Blogger Profesional sebagai Passion


Partisipasi di CSS 2015 Jogjakarta. (dok. pribadi)
Partisipasi di CSS 2015 Jogjakarta. (dok. pribadi)

“Nulis blog, ya nulis saja. Mau dibaca atau tidak…persetanlah.”

.

Ungkapan lugas dari Gus Mul aka. Agus Mulyadi aka. Agus Magelangan. Sebuah ungkapan yang sangat mewakili diri saya. Meski untuk kata yang terakhir itu disensor dulu ya. Tapi memang seperti itu lah yang sudah saya lakukan. Ngeblog dan menulis mengalir saja. 

Para blogger pasti berpikir bahwa Gus Mul ini adalah salah satu sosok blogger profesional. Padahal menurut Gus Mul sendiri, dia berpendapat bahwa faktor bejo menjadi salah satu faktor yang tak bisa dikesampingkan. Akhirnya sempat saya ingat akan ucapan Iwan Restiono (Ketua Komunitas Blogger Jogja), “Ngeblog sak kepenake. Sak kepenake ngeblog.” (Ngeblog dibuat nyaman. Nyaman dibuat ngeblog. Jw.)

Pada titik tertentu, sikap profesional erat kaitannya dengan sikap kita dalam aktivitas ngeblog. Bagaimana seorang yang menyebut dirinya blogger, tapi hanya menghasilkan tak lebih dari satu atau dua tulisan tiap bulannya. Seperti itu masihkah dianggap ‘pantas’ untuk disebut blogger. Hal itu masih dihitung dari segi produktivitasnya. Belum lagi tinjauan dari segi kualitas konten artikel yang ditulis. Berbobot atau tidak? Atau hanya sekedar kopi paste dari blog atau new onlen lain?

.

Ternyata Tak Mudah untuk Menjadi Blogger Profesional

Seorang blogger tak ragu untuk berbagi. (dok. pribadi)
Seorang blogger tak ragu untuk berbagi. (dok. pribadi)

Menyikapi makin berkembangnya media sosial saat ini, maka peran blogger pun dituntut untuk lebih cerdas. Blog akhirnya mau tak mau berhadapan dengan medsos yang makin berkembang tersebut. Sejauh mana blogger mampu memanfaatkan medsos untuk menunjang aktivitas ngeblognya. Sebab tak dipungkiri bahwa justru dengan medsos, blogger bisa berinteraksi dengan lebih aktif dengan para pemerhati blognya.

Bermunculannya blogger baru, ‘memaksa’ para blogger ‘mapan’ untuk mampu beradaptasi. Sikap profesional sebagai blogger adalah semakin membuka diri dengan para blogger baru. Sebab tak dapat dipungkiri bahwa justru para blogger baru ini memiliki value yang luar biasa sebagai blogger profesional. Konsistensi dalam menulis serta bobot tulisan pun semakin bagus. Dapat dikatakan hampir tak ada lagi perbedaan antara blogger baru dengan blogger lama yang sebagian dijuluki sebagai ‘blogger profesional’.

Bagi saya, melihat fenomena kualitas blogger profesional di LBI 2015 ini sungguh luar biasa. Termasuk yang menyebutkan dirinya sebagai ‘nyubi’ (new blogger). Dengan gaya merendah seolah menampar kesadaran saya bahwa saya harus banyak belajar pada blogger profesional ini. Tak perlu meminta atau memohon untuk dikomen, namun karena kualitas tulisannya membuat saya ‘terpaksa’ harus komen.

Tak banyak idiom atau kata-kata manis yang dituliskan, tapi justru kalimat-kalimat yang ditulis membuat kesan mendalam. Ini lah yang menurut saya blogger profesional. Meski di usia muda, memiliki wawasan menulis yang luar biasa. Tak perlu pujian, tak perlu meminta komentar. Tapi tulisannya membuat kita ‘gatal’ untuk mengomentarinya. Mungkin karena faktor ini lah yang terkadang membuat para nyubi profesional ini ‘perlahan’ mundur dari arena LBI 2015.

Kerendahan hati untuk tak mampu bertarung ‘vis a vis‘, sebab mencoba untuk tetap konsisten mempertahankan profesionalismenya. Meski di satu sisi, ada profesionalisme yang diabaikan, yaitu untuk tetap mengikuti kompetisi hingga batas waktu yang ditentukan. Prinsip sebagai blogger profesional terkadang justru kadang tanpa sengaja dicederai sendiri. Hal ini justru seni ngeblog itu muncul.

Kemudian muncul satu pertanyaan. Ternyata menjadi blogger profesional itu memang sulit ya?

.

Blogger Profesional, Mengapa Tidak?

Saya bangga sebagai blogger, kamu? (dok. pribadi)
Saya bangga sebagai blogger, kamu? (dok. pribadi)

Saya adalah blogger profesional. Demikian saya pernah berucap. Ada yang setuju, mungkin lebih banyak yang senyum masam. Ungkapan hampir senada dengan Gus Mul pun akhirnya meluncur, “Kamu setuju atau tidak, saya tetap akan belajar untuk menjadi profesional.”

Meski baru 20 bulan intens untuk ngeblog, saya berani mengatakan bahwa saya bisa hidup dengan ngeblog. Secara finansial ngeblog belum menjanjikan sebagaimana profesi ‘kantoran’. Namun saya berani mengatakan bahwa ngeblog itu sangat prospektif. Prospektif bukan berarti tak hanya dengan materi finasial yang langsung kita terima. Efek ngeblog lainnya itu lah yang akan mengangkat ‘keberuntungan’ kita.

Jalinan pertemanan yang luas. Ditambah dengan sharing ilmu dan pengetahuan yang beragam, semakin memperkaya wawasan kita. Dengan pertautan keloga tersebut, membuka peluang pasar usaha ekonomi kreatif yang kita punya. Sebab blogger profesional harus lah kreatif menurut saya. Mampu memberikan manfaat tak hanya untuk dirinya, namun lebih luas lagi untuk orang-orang di sekitarnya.

Blogger profesional bagi saya adalah sebuah passion. Blogger profesional dapat memberikan inspirasi. Bukan malah membuka agitasi atau konfrontasi. Jika kamu setuju, mari bergandengan tangan. Sebaliknya, jika tak setuju, cukup lambaikan tangan.

.

#SelamatMalam #SmangatPagi

[Artikel ke-tiga Pekan Ke-10 #LBI2015 Tema Wajib.]

Iklan

28 thoughts on “Blogger Profesional sebagai Passion

  1. Saya sendiri tdk tahu kriteria blogger profesional 😀 , payah memang. Yang saya tahu, dengan ngeblog saya ingin berbagi, mencurahkan isi hati dan memberi informasi kpd sesama, khususnya kawan2 bmi di hk dan bmi dimanapun berada. Hanya itu untuk sementara 😀 😀

  2. Saya masih blogger abal-abal sepertinya hehe

    Saya menulis di Blog sekedar mencurahkan apa yg ada di kepala, di hati .. Jd isinya pun gado-gado plus es campur daah.. Ada yg baca ya alhamdulillah dan lebih bahagia kalau ada yg meninggalkan jejak.. kalau ndak ada, ya buat kenang2an saja 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s