Ngebloglah dengan Suka Cita di LBI 2015


Tips rajin ngeblog, tersaji di buku berkualitas ini. (dok. pribadi)
Tips rajin ngeblog, tersaji di buku berkualitas ini. (dok. pribadi)

Liga Blogger Indonesia 2015 telah musim ke-tiga telah memasuki minggu ke-sembilan. Sebagaimana yang disampaikan oleh panitia, bahwa beberapa peserta sudah mulai malas dan lelah. Mungkin istilah saya lebih tepatnya adalah ‘mati angin’. Sebab saya yakin, sebagai blogger yang memberanikan diri untuk LBI 2015 tentulah sudah berbekal niat tulus dan sungguh-sungguh. Kalau toh, sampai sempat macet, kemungkinan sedang mengalami kejenuhan atau aktivitas lain yang tak bisa ditinggalkan.

Banyak trik maupun tips yang telah ditulis oleh para penulis maupun blogger. Bahkan tips atau trik itu sekarang malah ditulis oleh penulis atau blogger kondang yang tak begitu lagi aktif menulis atau ngeblog. Memang sih, jika kita runut dari motivasi pertama kali ngeblog bisa sangat beragam. Mulai dari yang mengisi kekosongan waktu, membuat blog sebagai diary, hingga menjadikan blog sebagai ‘mata pencaharian’. Semua sah-sah saja, asalkan tetap dengan niatan lurus untuk selalu tetap berbagi ilmu dan pengalaman.

Tips Ngeblog Tanpa Jenuh

Tips saya tulis ini adalah sepenuhnya dari pengalaman pribadi. Pengalaman yang saya tulis juga di buku Buka-Bukaan Ala Blogger Kondang(an) yang diterbitkan oleh penerbit Sixmidad Energizing!  (2014). Buku keroyokan 13 orang blogger ini diinspirasi oleh Abdul Cholik (Pakdhe Cholik). Blogger senior dengan segudang pengalaman dan prestasi. Dikomandani oleh beliau, 13 orang blogger ini memberikan tips serta pengalamannya dalam ngeblog. Sangat inspiratif dan luar biasa, saat membaca buku ini.

Tips dan intrik agar tetep semangat ngeblog. (dok. pribadi)
Tips dan intrik agar tetep semangat ngeblog. (dok. pribadi)

Dalam buku ini, saya menuliskan tentang tips ‘mudah, murah dan suka-suka’ untuk ngeblog. Tips yang sebenarnya semua blogger pasti mudah untuk melakukannya. Berikut beberapa tips yang sudah saya lakukan ini.

A. Menulislah sesibuk apa pun Anda:

  1. 1-2 jam di pagi hari. Pagi hari menjadi waktu strategis untuk menulis. Pikiran yang segar, hati yang jernih, apalagi sehabis tunaikan shalat Shubuh bagi blogger muslim. Hawa pagi membuat suasana hati juga menjadi nyaman.
  2. 1-2 jam di sela pekerjaan kita. Pekerjaan rutin, baik itu di dalam kantor atau di luar kantor, pasti membutuhkan waktu untuk penyegaran. Nah, waktu penyegaran itu dapat kita manfaatkan untuk menulis barang 250-350 kata.
  3. 1-2 jam sebelum beranjak tidur. Menutup hari untuk tidur, tentu banyak pengalaman hidup yang didapatkan selama satu hari beraktivitas. Ini adalah waktu yang ideal juga untuk curhat lewat blog.
  4. 2-3 jam sehari. Bagi yang telah melewati tahap 1-3. Di fase ini, blogger sudah dapat merasakan manfaat dari ngeblog. Baik manfaat spiritual maupun material tentu saja.
  5. Membuat satu artikel dengan jumlah 500-700 kata. Blogger yang sudah mampu pada tahapan ini, akan dengan mudah untuk menulis di mana saja, kapan saja, dan dalam kondisi bagaimana pun juga. Mirip-mirip iklan minuman bersoda itu lho.

B. Kesabaran, ketelitian dan konsistensi adalah tiga kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Sabar untuk menuangkan ide dan pengalaman hidup. Teliti dalam menyusun kata demi kata untuk menjadi kalimat yang nyaman dibaca. Konsisten dalam membuat postingan di blognya, paling tidak satu sampai dua kali dalam seminggu.

C. Siap dengan kegagalan. Ini biasanya dialami oleh blogger yang rajin untuk mengikuti berbagai event ngeblog. Baik itu GA, lomba blog, lomba menulis artikel, atau lomba-lomba menulis lainnya. Ketidaksiapan untuk menerima kegagalan karena kalah, kadang bisa buat down. Apalagi jika harapan awalnya sudah ‘melambung tinggi’. Saya pun kadang mengalami hal ini.

Ngopi dan Snack Juga OK untuk Menemani

Sweeedap dan sweeger, teman untuk ngeblog. (dok. pribadi)
Sweeedap dan sweeger, teman untuk ngeblog. (dok. pribadi)

Biar tidak jenuh dalam menulis, ada baiknya diselingi dengan ngemil. Paling tidak, dengan ngemil yang biasanya didampingi teh atau kopi bisa membuat mata lebih ‘cerah’. Memandang layar monitor atau LCD bisa jadi lebih ‘greng’. Sekaligus bisa dapat ‘tambahan angin’ saat memandang makanan atau minuman yang bersanding dengan kita.

Aktivitas ngopi dan nge-teh itu pula, membuat banyak blogger akhirnya menjadi kecanduan untuk membuat postingan kuliner. Tentu ini semakin menambah ragam niche maupun bahan tulisan. Apalagi jika tulisan kita menjadi bernilai ‘lebih’. Baik dari segi keindahan posting gambar atau foto, atau nilai materi jika postingan kita berhasil ‘menarik hati’ vendor mamin.

Trus Kalau Galau Harus Berbuat Apa?

Tips dan trik ngeblog sudah. Selingan ngeblog sudah. Lalu masih saja galau dan tak mampu untuk ‘ice breaking‘. Terus kepiye jal? Jawabannya cuma satu. Kembalilah lagi ke depan layar. Tulis apa saja yang bisa kamu tulis. Meski itu cuma dua kata. Satu di judul. Satu di isi. Boleh? Kenapa tidak?

Ngebloglah dengan suka cita. Sebab ngeblog itu adalah harapan hidupmu. Jika kamu merasa tak punya harapan lagi, maka tetap usahakan untuk hidup. Rasakan bahwa ngeblog itu adalah sebagian dari jiwa kamu. Rasa suka kamu ada di situ. LBI 2015 jadikan momentum untuk kembali menyusuri kata demi kata yang biasa kamu rangkaian. Jadikan semangatmu itu, ikut menumbuhkan sahabat bloggermu yang lain. Kalau tidak sekarang, mau kapan lagi?

#SelamatMalam #SmangatPagi

[Artikel ke-dua Pekan Ke-sembilan #LBI2015 Tema Wajib.]

Iklan

20 thoughts on “Ngebloglah dengan Suka Cita di LBI 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s