Korupsi Itu Ternyata….


3 serangkai Bicara korupsi itu ternyata membuat kita tertohok sendiri. Ups…kok bisa sih? Nah, untuk menjawabnya, marilah kita coba uji 3 indikator yang mungkin kita juga pernah melakukannya. Seperti gambar yang terpampang di atas, ada 3 indikator yang bisa kita telisik. 3 indikator yang cukup akrab di telingan kita.

Hasil tabulasi penelitian/survei yang dilakukan oleh situs Kompas.com menunjukkan hasil sebagai berikut:

  1. Perilaku korupsi berupa plagiat/plagiarisme di kalangan akademisi menunjukkan angka 54,1%.
  2. Perilaku korupsi berupa korupsi waktu di kalangan pegawai menunjukkan angka 81,9%.
  3. Perilaku korupsi berupa mencontek di kalangan pelajar menunjukkan angka 77,3%.

3 indikator yang disurvei menunjukkan angka di atas 50%. Bahkan untuk korupsi waktu di kalangan pegawai menunjukkan angka yang cukup fantastis, 81,9%. Anggaplah angka margin error 5% saja. Bisa diartikan bahwa hampir 3/4 pegawai negeri/swasta terbiasa untuk melakukan korupsi waktu.

Coba kita persempit lagi bahwa sebagian pegawai itu adalah guru/dosen. Maka 2 indikator lainnya seolah menggambarkan implikasi negatif yang rasional. Kita membaca dengan kalaimat seperti ini: Akibat tindakan korupsi waktu oleh guru/dosen, maka siswa/mahasiswa cenderung untuk melakukan tindakan tidak produktif. Tindakan tidak produktif itu diantaranya adalah mudahnya melakukan plagiarisme dan mencontek saat ujian.

Nah, gambaran di atas juga bisa berlaku untuk kasus pegawai negeri. Bisa kita baca dengan: Akibat tindakan korupsi waktu yang dilakukan oleh pegawai/aparat negara, maka kinerja mereka pun cenderung untuk menjadi buruk. Pelayanan terhadap masyarakat lambat. Mencari kesempatan untuk mendapatkan keuntungan selain gaji di saat jam kerja, atau yang lainnya.

Jika perilaku tersebut dipersempit kepada pegawai swasta, bacaannya pun hampir sama. Akibat indakan korupsi waktu yang dilakukan oleh pegawai swasta, maka perusahaan menjadi dirugikan. Turunnya produktivitas serta tingginya biaya produksi akibat penggunaan fasilitas perusahaan yang tidak efektif dan efisien. Korupsi waktu juga menyebabkan turunnya disiplin kerja.

Cukup mengerikan bukan?

Hasil survey tersebut tentu bukan menjadi ukuran mutlak. Tapi paling tidak kita bisa berkaca diri terhadap diri kita sendiri. Apakah 3 indikator tersebut pernah kita lakukan. Jika jawabannya ‘ya’, tentu kita harus belajar untuk meminimalkannya di masa-masa yang akan datang. Sehingga perilaku tersebut tidak dicontoh oleh anggota keluarga, masyarakat, lingkungan kerja kita. Namun jika jawabannya ‘tidak’, maka Anda menjadi manusia yang luar biasa. Sebab Anda mungkin dari jenis malaikat….

#SelamatSiang #SmangatPagi

[Artikel pertama Pekan Ke-tujuh #LBI2015 Tema Bebas.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s