Film Indonesia Mau Dibawa ke Mana?


Film tahun 70-an.

Film tahun 80-an.

Film tahun 90-an.

Film tahun 2000-an.

Film tahun 2010-an.

Sudah puas kan lihat 5 film di atas? Kalau belum puas, bisa nonton film lainnya lho. Kemajuan teknologi memungkin kita untuk melihat film dari masa ke masa. You tube seolah memberikan ‘ajang’ bagi penonton untuk melihat film tanpa batas. Bahkan film-film yang belum beredar di gedung bioskop pun sudah dapat dinikmati via you tube.

Tak pelak, ini lah salah satu kenyataan yang tak dapat dinafikan. Kemajuan teknologi digital itu pula yang membuat pemilik gedung bioskop akhirnya gulung tikar. Bagaimana tidak? Kita masuk ke gedung bioskop harus bayar dengan nominal tertentu. Itu pun hanya diputar pada jam-jam tertentu. Dengan pilihan film yang mungkin tak sesuai dengan jenis keminatan kita.

Sementara di you tube, film dapat dinikmati dengan gratis. Kita dapat menikmati film sepanjang waktu, sesuai waktu senggang kita. Memilih film pun tinggal ketikkan judul yang kita inginkan. ‘Klik’, mainlah film idaman kita. Praktis dan ekonomis. Sangat cocok bagi kita yang hidup di zaman pragmatis seperti ini.

Namun, saya yakin tidak lah seperti itu. Masih saja ada penikmat film yang tak merasa puas jika tak melihat di film di layar lebar. Sebab sensasi antara di layar komputer dengan bioskop pastilah berbeda. Meskipun saat ini, telah bermunculan juga mini teater dengan fasilitas full dolby stereo. Film yang diputar pun film-film mutakhir. Dengan tiket yang lebih mahal tentu saja dibandingkan bioskop biasa.

Hal tersebut menunjukkan bahwa masih banyaknya peminat film, termasuk film Indonesia. Apalagi pasca kebangkitan ‘The Raid’ yang mampu mendunia. Ditunjang dengan penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) yang ‘hidup’ kembali. Meski tak dapat dikatakan mudah seperti di era 70 sampai 90-an, paling tidak semangat sineas Indonesia mulai bangkit lagi.

Film Indonesia tentu akan menemukan jalannya. Disamping ditunjang publikasi lewat media massa. Review-review yang dilakukan oleh wartawan maupun para blogger. Kemudian berbagi review tersebut lewat sosmed, sehingga membuat penasaran bagi calon penontonnya. Seperti kata pepatah: semakin tinggi pohon menjulang, semakin besar badai menerjang. Sejarah pasti berulang. Film Indonesia akan kembali berjaya di negeri sendiri. Meski tak akan mudah untuk mencapai itu semua.

#SelamatSore #SmangatPagi

[Artikel ke-tiga Pekan Ke-lima #LBI2015 Tema Wajib.]

Iklan

27 thoughts on “Film Indonesia Mau Dibawa ke Mana?

  1. Kalo saya memang kurang suka dengan film indo yg sekarang pak, amburadul
    Banyak yg gak bermanfaat
    Film horor tapi isi nya semi semua

    Mohon maaf pak kalo opini saya salah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s