Faktor ‘K’ dalam #LBI2015


Capture share twitter artikel. (Dok. pribadi)
Capture share twitter artikel. (Dok. pribadi)

Jrengjreng

Liga Blogger Indonesia 2015 (#LBI 2015) telah memasuki minggu ke-5. Seperti prediksi saya sendiri, saya tetap menjadi ‘blogger moderat‘. Nah, pasti belum pernah dengar istilah blogger moderat kan? Ini satu istilah baru yang saya buat sendiri. Jadi, jangan sesi dulu yah. Hi….hi…hi…

Sebagaimana aturan di #LBI2015, salah satunya adalah duel komentar. Pemenang komentar dalam artikel/postingan tema (wajib) mingguan mendapat poin satu. Tentu untuk menjadi pemenang tidaklah mudah. Sebab artikelnya harus memiliki komentar yang banyak dari sesama peserta #LBI2015. Komentar blogger lain tidak dihitung alias diabaikan.

Sebenarnya diawal kompetisi saya baca aturan tersebut terasa sangat aneh. Ada kesan, saya ‘dipaksa’ untuk komentar di artikel peserta lain. Meskipun alasan panitia untuk silaturrahim, tetap saja saya merasa tidak ‘sreg‘. Bagi saya, sebuah komentar adalah harga sebuah ketulusan. Itu saya pegang sejak saya pertama kali ngeblog.

Blog walking bagi saya adalah sebuah perjalan untuk menyusuri keindahan. Sehingga apabila ada sesuatu yang indah, maka dengan tulus akan saya ungkapkan keindahan itu. Sebaliknya, jika ada sesuatu yang tidak pas, saya lebih suka diam. Hanya menjadi pengamat saja.

Oleh karena itu, tak heran jika dalam 4 kali tema (wajib) saya hanya menang sekali. Itu saat ‘berhadapan’ dengan mbak Ririe Khayan. Kebetulan saat itu beliau sedang banyak ribet dengan urusan kantor. Apalagi sebagai abdi negara, urusan kantor itu seperti gelombang. Kadang tinggi, kadang rendah.

Saat mbak Ririe komplain panitia di twitter, saya hanya bilang,”Mbak, kebetulan saja saya beruntung. Saya menang karena faktor ‘K’.”

Yups, saya beruntung karena mbak Ririe pas sibuk. Kalau pas tidak sibuk, dapat dipastikan saya akan kalah. Sebab beliau itu termasuk ‘sejenis’ blogger yang rajin. Rajin nulis, rajin kopdar, rajin kerja. He…he…he…

Tapi saya pikir di situ lah seninya. Sementara, saya tetaplah saya. Kalau artikel bagus akan saya komen. Meskipun tidak usah ‘dijawil‘ saya lewat twitter. Pun saya tak akan jowal-jawil juga lewat twitter. Kalau mau komen, monggo. Tidak pun tak apa-apa.

Satu catatan saya, ada beberapa peserta yang ternyata tak fair. Saat artikelnya saya komen, eh… ternyata si dia tak komen balik. Meski di cuitannya sudah saya bilang ‘done‘. Artinya saya telah komen di artikelnya. Sekali lagi, saya tak mempersalahkan. Namun akan lebih indah, jika dia sudi komen balik di artikel saya.

#SelamatPagi  #SmangatPagi

[Artikel pertama Pekan Ke-lima #LBI2015 Tema Bebas.]

Iklan

7 thoughts on “Faktor ‘K’ dalam #LBI2015

  1. Pak.. setuju komentar memang hrs ikhlas jangan ada rasa terpaksa.. tapi kalimat terakhirnya tetap mengharapkan komentar balasan, saya jadi agak bingung.. hehe 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s