Bye Bye Calo Tiket Bandara


Ilustrasi tiket pesawat. (Dok. pribadi)
Ilustrasi tiket pesawat. (Dok. pribadi)

Regulasi baru Menhub RI, Ignasius Jonan segera direalisasikan lagi. Kali ini menyangkut sistem pembelian tiket di bandara. Sementara masih menyentuh bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Namun selanjutnya akan diberlakukan lagi di bandara-bandara di seluruh Indonesia. 

“Instruksi untuk seluruh bandara yang ada di Indonesia demi peningkatan layanan publik,” demikian seperti yang dikatakan Manajer Humas dan Protokoler Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (2/2).

Hal tersebut sejalan dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor: HK.209/I/16PHB.2014. SE tersebut berisi lima (5) poin. Satu diantaranya adalah menadakan ruang penjualan tiket di gedung terminal penumpang. Hal tersebut ditolak oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Namun sepertinya Menhub tetap bergeming untuk segera merealisasikannnya.

Langkah Jitu Mengurangi Calo Tiket

Bagi saya pribadi, tentu setuju dengan kebijakan tersebut. Sebagaimana diketahui, saat ini pemesanan tiket online ditutup 2 jam sebelum keberangkatan pesawat. Otomatis bagi penumpang yang membutuhkan tiket mendadak atau go show, harus membeli di konter tiket bandara. Pernah sekali kejadian, saya membeli tiket di konter. Sayang, tiket sudah habis. Begitu konfirmasi petugas tiket.

Tak lama kemudian, datanglah seseorang (calo) mendekati saya. Dengan gaya yang khas, dia menawarkan harga tiket yang lumayan waow. Selisihnya sekitar Rp. 200.000,- dibandingkan dengan harga normal. Tapi setelah saya nego, akhirnya dapat dengan selisih Rp. 80.000,-. Itu pun dengan alasan saya akan hubungi orang agen yang akan datang sebentar lagi.

Kemudian, apa yang terjadi di dalam pesawat? Ternyata penumpang sampai pesawat take-off, tak lebih dari 3/4 yang memenuhi kursi. Saya tak habis pikir. Kursi sebegitu banyak kosong, tapi konter tiket mengatakan kalau tiket sudah habis. Saya yakin, agen tak akan begitu sembrono dengan membooking begitu banyak tiket. Calo yang bekerja sama dengan petugas tiket, sangat mungkin untuk ‘main mata’. Sebab seperti yang saya alami, sang calo kok langsung tahu kalau tujuan saya adalah Jogjakarta (dia menawarkan tiket Sub-Jakarta).

Mungkin masih banyak lagi pengalaman seperti yang pernah saya alami. Semoga dengan kebijakan tersebut, akan ada kebijakan lain yang bisa membantu penumpang. Semisal dengan memperpanjang kesempatan calon penumpang untuk membeli tiket online. Dari 2 jam, bisa menjadi 1 jam sebelum keberangkatan pesawat. Sehingga penumpang dengan keberangkatan mendadak bisa terlayani. Sekaligus mengurangi resiko tiket yang tak terjual oleh pihak maskapai penerbangan.

#SelamatSore #SmangatPagi

[Artikel ke-dua Pekan Ke-lima #LBI2015 Tema Bebas.]

Iklan

4 thoughts on “Bye Bye Calo Tiket Bandara

  1. Saya sangat setuju sekali dengan regulasi yang ini. Dengan sistem online, transaksi hanya mengacu pada angka yang tertera dan membandingkan dengan yang lain, bukan tawar menawar. Memotong jalur calo yang meresahkan di sekitaran bandara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s