Para ‘Pencuri Start’


Tet..tet… Thin…thin… Thin…thin…

Demikianlah klakson bunyinya. Tapi yang itu bukan syair lagu lho. Bunyi klakson yang menghentak kesadaran saya. Bersahutan di belakang motor saya. Dan… saya pun tetap dengan setia menunggu lampu hijau menyala. Membiarkan para ‘pencuri start‘ berlalu.

'Mencuri start', tak perduli siapa pun mereka. (Dok. pribadi)
‘Mencuri start’, tak perduli siapa pun mereka. (Dok. pribadi)

“Gila apa? Tuh angka merah di kotak angka traffic light masih tunjukkan angka 5,” gerutu saya di dalam hati.

Angka merah, 5, artinya, masih 5 detik lagi lampu hijau menyala. Semua orang sedunia pun tahu pastinya. Kecuali bagi mereka yang ada kelainan dengan penglihatan. Tapi coba amati gambar di atas. Apakah pelintas batas garis berhenti TL juga mengalami kelainan penglihatan? Duh…!

Tapi pengalaman tersebut masih tak seberapa. Pernah saya malah sampai dimaki-maki. Bukan karena apa-apa. Tapi karena lampu merah, saya tetap berhenti. Meski dari ketiga arah lainnya sunyi senyap. Tak ada sebuah kendaraan pun. Sementara kendaraan roda 4 dan roda 2 maksa tuk berjalan. Para ‘pencuri start‘ sedang murka berjamaah. Akhirnya, saya pun ‘mengalah’ untuk menepi.

Indahnya Indonesia. Ah, tidak! Ini sungguh sangat tidak indah. Apalagi jika harus mencelakakan orang lain. Ini keterlaluan. Ini tak bisa dibiarkan!

Lalu, lidah saya pun tercekat. Kepada siapa saya harus bicara? Kepada polisi? Ah, sudahlah. Pasti sahabat tahu jawabannya.

Biarlah saya hanya bicara pada Anda. Ya, Anda. Yang membaca tulisan saya dengan hati terbuka. Lalu mari kita sama-sama untuk belajar dari hal yang terkecil. Cukup berhenti di belakang garis TL, saat lampu merah menyala. Tak usah menjadi ‘pencuri start’. Mencoba kembali menggambarkan tentang indahnya Indonesia. Masyarakatnya yang memiliki budaya tinggi. Untuk saling tolong-menolong dan tenggang rasa.

#Smangat pagi Indonesiaku. Tetap semangat, tetap bekerja, tetap berdoa.

[Artikel ke-dua Pekan Ke-empat #LBI2015 Tema Bebas.]

Iklan

7 thoughts on “Para ‘Pencuri Start’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s