Mari Bercermin dari Mendiang Raja Abdullah


Innalillaahi wa innailaihi raaji’uun.

Telah berpulang ke rahmatullah, seorang raja penguasa dan penjaga dua tanah haram. Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud (90 tahun) kemarin dini hari, Jumat (23/01) menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit. Setelah hampir 3 bulan dirawat karena menderita infeksi paru-paru. Raja yang dinobatkan pada tahun 2005 ini, sebelumnya juga sempat dikabarkan wafat (secara klinis) pada tahun 2012 yang lalu. Namun atas seizin Allah Ta’ala, kesehatan beliau segera pulih kembali.

Rupanya Allah berkehendak lain di awal tahun ini. Sepeninggal belliau, Kerajaan Saudi Arabiah memberikan amanah kepemimpinan kepada saudara tirinya, Pangeran Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Kepergian raja yang memiliki kekayaan sekitar 300 trilyun ini cukup memukul hati rakyat Saudi. Raja yang terkenal sangat dermawan ini telah menyantuni jutaan kaum papa dan para penghafal Al-Qur’an di seluruh dunia.

Namun kemuliaan maupun limpahan harta kekayaan tak membuat beliau menjadi manusia yang berbeda. Hal ini sudah selayaknya kita contoh. Bagaimana kedudukan yang terhormat tak membuat jenazah beliau diistimewakan oleh negara. Jasad beliau pun diperlakukan sama sebagaimana Islam mengajarkan. ‘Hanya’ sebuah lubang biasa. Tak dihiasi dengan berbagai asesoris atau bangunan khusus yang mewah dan megah.

Foto-foto di bawah ini menjadi bukti, bahwa raja yang ‘dituduh’ wahabi oleh para hatersnya. Kemuliaan seorang hamba hanya Allah Ta’ala saja yang lebih tahu. Maka kemewahan akan menjadi satu kesia-siaan belaka. Dan seperti ini lah keluarga dan pemerintah Saudi Arabiah memperlakukan pemakaman beliau.

Lubang yg disiapkan sebagai liang lahat Raja Abdullah. (Dok Al-Madinah Newspaper)
Lubang yg disiapkan sebagai liang lahat Raja Abdullah. (Dok Al-Madinah Newspaper)

Sebagaimana masyarakat biasa, beliau dimakamkan di tempat pemakaman umum El-Ud. Dengan hanya diusung oleh tandu biasa, Pangeran Miteb bin Abdullah pun ikut serta memikul tandu jenazah ayahandanya. Jenazah diberangkatkan dari masjid besar Ryad, setelah dishalati oleh masyarakat dan para pemimpin negera sahabat. PM Turki Tayyip Erdogan, PM Pakistan Nawa Sharif, dan petinggi beberapa negara sahabat ikut menshalati.

Batu-batu kerikil menjadi penutup liang lahatnya. (Dok Al-Madina Newspaper)
Batu-batu kerikil menjadi penutup liang lahatnya. (Dok Al-Madina Newspaper)

Begina lah penampakan makam Raja Abdullah, sebagaimana makam Raja Fahd, ayah beliau yang wafat pada tahun 2005. Mari bandingkan dengan makam para mantan petinggi negeri atau para orang kaya di Indonesia.

Siapapun pasti sedih ditinggalkan raja yg dermawan tersebut. (Dok. Al-Madina Newspaper)
Siapapun pasti sedih ditinggalkan raja yg dermawan tersebut. (Dok. Al-Madina Newspaper)

Kesedihan kadang tak mampu dibendung, saat orang yang dicintai wafat. Namun tak nampak ratapan atau histeria seperti biasa kita lihat di teve.

Dihadiri hanya 'segelintir' pejabat tinggi negara sahabat. (Dok. Al-Madina Newspaper)
Dihadiri hanya ‘segelintir’ pejabat tinggi negara sahabat. (Dok. Al-Madina Newspaper)

Para raja, perdana menteri dan petinggi negara sahabat yang hadir dalam prosesi pemakaman. Tak nampak Presiden atau Wapres RI. Mungkin mereka sedang sibuk mempertahankan kedudukan sebagai petinggi negeri ini. Tak nampak pasukan penembak salvo. Tak nampak tenda biru sebagai atap tamu pentakziah. Apalagi karpet merah sebagai alas kaki pentakziah. Begitu sederhana, namun begitu hikmat.

Tak ada kemewahan. Tak ada gegap gempita mengiringi kepergian seorang pemimpin ‘pemangku dua tanah haram’. Tak banyak berita berseliweran di media-media besar yang mengekspos. Karena memang mendiang ‘hanyalah’ seorang manusia biasa. Selamat jalan Raja Abudullah. Semoga Allah Ta’ala memuliakanmu di akhirat.

Iklan

7 thoughts on “Mari Bercermin dari Mendiang Raja Abdullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s