Masih Ada yang Baik di Negeri Ini


Masih belum habis pikir saja saya saat ini. Membaca berita carut marutnya kebijakan presiden. Seolah ada satu pertanyaan diri yang menohok. Masih adakah presiden di negeri ini?

Saya berpikir, negeri ini seolah tak punya presiden. Semua kepentingan negeri ditafsirkan sendiri-sendiri oleh para menteri. Menteri A bilang gini, menteri B bilang gitu. Terus ada yang sesama menteri rebutan dana. Ya, sudahlah. Mungkin mereka begitu karena tidak ada yang mengatur. Coba ada yang mengatur, mungkin tak akan selegende seperti itu.

Sejenak lupakan urusan yang menyebalkan itu, ternyata masih ada berita baik. Berasal dari kota yang berjarak ratusan kilo meter dari Jakarta. Syahdan terlihat seorang pelajar SMA sedang menjadi supeltas (sukarelawan pengatur lalu lintas) dadakan. Kota Jogjakarta tepatnya yang mengirimkan berita gembira tersebut.

Capture sebuah berita onlen.
Capture sebuah berita onlen.

Ketika Jogja dilanda mati lampu, Senin (19/01) kemarin, lampu bangjo (TL) pun ikut mati. Demikian juga yang terjadi di simpang tiga Jalan Kyai Mojo. Dapat dibayangkan. Salah satu jalan utama di Kota Jogja itu pun dapat dipastikan akan crowded. Apalagi saat itu waktu menunjukkan pukul 16.30. Jam dimana banyak karyawan kantor bergegas untuk pulang.

Namun beruntunglah, seorang pelajar (terlihat dari baju seragamnya) dengan ringan hati dan ringan tangan turun ke jalan. Badan tegap dan sikap tegas, mengatur arus lalu lintas. Sebagaimana foto yang diambil oleh Yogi Atmaja, semua pengendara pun tampak bersikap tertib. Sungguh sikap yang luar biasa. Maka tak heran, identitas Jogja sebagai ‘Kota Pelajar’ begitu membumi.

Siswa yang tak diketahui identitasnya menjadi simbol bahwa masih ada generasi baik di negeri ini. Setelah semingguan sebelumnya, jagad kepolisian Indonesia dikagetkan oleh seorang bintara POLRI. Berita tentang Bripda M. Taufik Hidayat yang hidup dengan keluarganya di bekas kandang sapi. Untuk berangkat ke Mapolda DIY pun dia terpaksa berlari dan jalan kaki sekitar 7 km. dari rumahnya.

Inilah wajah negeri kita. Di saat para pejabat tinggi negeri ribut untuk saling ‘geser kursi’, ada pelajaran kecil dari orang-orang kecil yang mereka tak begitu peduli. Harusnya mereka memiliki rasa malu, walau hanya sedikit. Mencoba berkaca dari sikap pelajar yang menjadi supeltas dadakan tanpa rasa pamrih. Belajar bersikap bagaimana lalu-lintas politik negeri ini tak menjadi gaduh dan crowded. Belajar bersikap baik kepada negeri yang memberi dia jabatan.

[Artikel pertama Pekan Ke-tiga #LBI2015 Tema Bebas]

Iklan

3 thoughts on “Masih Ada yang Baik di Negeri Ini

  1. Kerumitan yang ada di negeri ini tidak berarti membuat kita harus menutup hati terhadap yang terjadi di sekitar. Contoh yang di atas adalah sebuah contoh usaha dari hati yang terbuka untuk tetap berbuat kebaikan terhadap sesama… Inspiratif Mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s