Air Asia, Optimisme di Balik Duka


3

Yang Terhormat Mochamad Nuzulul Arifin ,

Beberapa pekan terakhir adalah masa-masa paling sulit dalam hidup saya sejak mendirikan AirAsia 13 tahun yang lalu.

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan kepada kami semua. Ungkapan kasih dan motivasi dari Anda menguatkan tekad kami untuk menjadi lebih baik lagi. Saat ini investigasi masih terus berlangsung, dan kami akan selalu mengabarkan perkembangan terkini sesaat setelah tersedianya informasi terbaru.

Yakinlah, bahwa kami berkomitmen untuk mengevaluasi dan menyempurnakan produk serta layanan kami. Kini kami semakin fokus untuk memberikan yang terbaik bagi Anda.

Sekalipun ini adalah masa-masa terberat, kami akan tetap menjadi yang terbaik di dunia dan memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada Anda.

Bersama 17.000 karyawan Allstars AirAsia, kami mengajak Anda untuk turut mendoakan anggota keluarga serta orang-orang tercinta yang berada dalam penerbangan QZ8501.

#togetherwestand

Dengan penuh kasih sayang,

Sebuah email dari manajemen Air Asia mendarat di inbox. Membaca sampai lebih dari 2 kali. Sungguh kata-kata yang disusun dengan begitu rapi dan indah. Ada rasa penyesalan dan duka. Namun semangat optimis juga tetap dibangun. Tak terasa, mata saya pun sempat sembab. Membayangkan duka keluarga korban, sekaligus kemasygulan dari seorang Tony Fernandes.

Mungkin reaksi penerima email yang lain tak sedahsyat yang saya rasakan. Atau mungkin ada yang malah sinis dengan email tersebut. Seolah mencoba meraih simpati akibat kecelakaa pesawat Air Asia #QZ8501 kemarin. Itu adalah hak masing-masing untuk bereaksi atas email yang dikirimkan.

Saya yakin, ada ratusan ribu, bahkan jutaan email serupa yang dikirimkan ke pelanggannya. Satu hal yang rasanya masih belum pernah saya temui di maskapai penerbangan nasional kita. Meski hanya beberapa kali saja berpergian dengan AA, tapi kesan itu cukup mendalam bagi saya. Apalagi baru di AA ini lah, saya pernah merasakan penerbangan ke luar negeri dengan tiket 0 (nol) rupiah.

Sebuah email yang menurut saya merupakan ‘surat cinta’. Kecintaan kepada semua pelanggan agar tetap dapat memberikan kepercayaan kepada maskapai yang dia pimpin. Terus terang, tanpa email ini pun saya cukup memberikan apresiasi kepada Tony Fernandes. Sepak terjangnya dalam proses pencarian pesawat AA cukup menjadi bukti. Mungkin Tuhan memberi ujian kepada kita semua atas musibah ini. Semoga semua pihak tetap bisa menahan diri untuk tidak melakukan tindakan terpuji.

[Artikel ke-dua Pekan Ke-dua #LBI2015 Tema Bebas]

Iklan

8 thoughts on “Air Asia, Optimisme di Balik Duka

  1. Walaupun saya sering berpergian menggunakan jasa penerbangan, namun belum pernah naik Air Asia. Cinta meskapai milik negeri adalah sebagai alasannya, makanya saya hanya naik Garuda ataupun Citilink.
    Tapi membaca isi email di atas saya ikut kagum dengan management Air Asia yang begitu responsif terhadap pelanggannya walaupun sebenarnya hal serupa juga akan dilakukan oleh pihak meskapai lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s