Saat Kejujuran Dipertaruhan


Segera beranjak pulang, untuk menyusun langkah baru.
Segera beranjak pulang, untuk menyusun langkah baru. (Foto pribadi)

Lelaki tegap itu, kini tak nampak tegap lagi saat memeluk istrinya. Guncangan-guncangan pundaknya, seolah menahan beban yang amat berat. Suara isak, seolah menjadi nyanyian sendu musim yang tak lagi janjikan panen melimpah esok hari. Gerimis di luar pun seolah menambah pesan alam akan beban berat yang memang harus di lepaskan. Petang itu, seolah menjadi saksi alam akan kata-kata agung. Kejujuran seorang pemimpin adalah ketika dia berani jujur untuk mengakui kesalahannya. Keberanian seorang pemimpin adalah ketika dia berani membela anak buahnya yang ingin mendapatkan keadilan, ketika dia didholimi. Kerendahan hati seorang pemimpin adalah ketika dia mau berbagi kebahagiaan dengan siapa saja yang membutuhkan. Sungguh berat memang. Lelaki tegap itu, kini mencoba menjadi sosok jujur, berani, dan rendah hati. Meski rasa perih dan pedih seolah mengiris nadi sendiri. Sebab mempertaruhkan jabatan dan pekerjaan yang sudah dirintis puluhan tahun. Hingga yang tak paham pun berucap, “Mungkin kamu sudah gila.” Ya, lelaki tegap tegap itu telah menjadi gila. Hingga harus memohon maaf kepada belahan jiwanya karena pilihan untuk menjadi gila. Seorang pekerja yang harus siap mengundurkan diri demi kata-kata agung. Seorang pekerja yang siap tak bekerja tanpa menerima pesangon meski dia telah puluhan tahun bekerja. Seorang pekerja yang menyedihkan, tapi memiliki seorang istri dan anak-anak yang luar biasa. “Ummi paham, dengan pilihan Abi,” demikian suara lirih itu lembut menghibur. “Jangan bersedih. Karena Allah pasti akan berikan jalan lain yang lebih baik. Toh, Abi ke luar demi kebaikan bersama. Meski akhirnya, abi dan kita yang akan susah. Tapi ummi yakin, Allah akan segera memberikan ganti yang lebih baik.” Suasana pun menjadi hening kembali. Hanya terdengar bunyi gemeretak atap seng garasi sebelah.

Keluarga sehat dan anak2 yang berprestasi adalah anugerah.
Keluarga sehat dan anak2 yang berprestasi adalah anugerah. (Foto pribadi)

“Kejujuran, keberanian dan kerendahan pasti akan menemukan jalan lurusnya, Bi. Anak-anak kita yang sehat dan prestasi luar biasa itu imbalannya. Tetap saja kita harus bersyukur dan bersemangat. Karena Allah masih mencintai kita dengan caranya.” 

Iklan

3 thoughts on “Saat Kejujuran Dipertaruhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s