Backpakeran ke 5 Negara ASEAN Pasti Mengasyikkan


Patung Merlion, ikon negeri Singapura. (Foto andrea.com)
Patung Merlion, ikon negeri Singapura. (Foto andrea.com)

Backpackeran ke 5 negara ASEAN kenapa tidak? Yeah, kenapa tidak. Hampir 3 tahun saya rencanakan perjalanan itu. Tapi masih saja sampai hari ini belum kesampaian. Kendala waktu dan biaya tentu menjadi perhitungan tersendiri. Perjalanan dan tinggal, paling tidak membutuhkan waktu sekitar 25 sampai 30 hari jika ditempuh lewat darat. Bisa 20 sampai 25 hari sih, tapi harus menggunakan pesawat untuk berangkat dan pulangnya.

Menara Berkembar Petronas, ikon Malaysia di Kuala Lumpur. (Foto initempatwisata.com)
Menara Berkembar Petronas, ikon Malaysia di Kuala Lumpur. (Foto initempatwisata.com)

Lalu, rute yang mau ditempuh seperti apa? Nah, bicara rute, tentu ini harus dipersiapkan dengan matang sejak dari awal. Pilihan rute penting sekali untuk perhitungan transportasi, penginapan dan tempat wisata yang akan dituju. Singapura, Malaysia, Muangthai, Kamboja, dan Vietnam. Kata para bacpacker profesional, 5 negara tersebut masuk ‘rute tradisional’. Artinya sudah banyak yang melakukan dengan pilihan rute tersebut.

Kuil Wat Arun, ikon Muangthai di Bangkok. (Foto ragamtempatwisata.com)
Grand Palace, ikon Muangthai di Bangkok. (Foto ragamtempatwisata.com)

Selain alasan rute tradisional, paling tidak ada 3 kota di 3 negara yang dituju, saya bisa berhemat. Karena di Singapore City (Singapura), Kuala Lumpur (Malaysia) dan Ho Chi Mint City (Vietnam) sudah ada sahabat yang sudah menyiapkan tumpangan. Kebetulan mereka sudah menjadi penduduk mukim di kota-kota tersebut. Jadi paling tidak, bisa ‘tahan napas’ jika bekal mulai menipis. Selain 3 kota tersebut, tentu masih ada beberapa kota yang wajib saya singgahi. Kota tersebut diantaranya adalah: Malacca, Penang (Malaysia), Hatyai, Phuket (Muangthai), Siem Reap, dan Phnom Phen (Kamboja).

Angkor Wat, ikon Kamboja di Angkor-Siem Reap. (Foto bestourism.com)
Angkor Wat, ikon Kamboja di Angkor-Siem Reap. (Foto bestourism.com)

Hih, kok jadi berdebar-debar begini ya? Jalan saja belum. Tapi entahlah, tiba-tiba saja keinginan itu begitu kuat dan sudah seharusnya tak ditunda lagi. Sebab tempat-tempat menarik sudah menjadi catatan. Begitu juga ‘uang recehan’ pun sudah disiapkan. Buat antisipasi karena kurs tukar Rupiah yang tak stabil. Tak lupa ‘restu’ pendamping setia, istri sayapun sudah aku kantongi. Sementara izin kantor, alhamdulillah di tahun 2015 nanti sudah tak punya kantor. Kantornya berpindah ke dalam backpack. He….7x.

Mausoleum, ikon Vietnam di Ho Chi Minh City. (Foto intempatwisata.com)
Mausoleum, ikon Vietnam di Ho Chi Minh City. (Foto intempatwisata.com)

Perjalanan itu nantinya akan menjadi harapan untuk mewujudkan mimpi-mimpi perjalanan lainnya yang belum terwujud. Jika para remaja berani melakukan, kenapa tidak dengan saya? Puluhan tahun bekerja di belakang meja seolah membelenggukan diri dengan rutinitas yang begitu membosankan. Saatnya membuka diri untuk dunia yang lebih luas. Mensyukuri ciptaan Allah dengan mentadabburkan diri lewat seruang perjalanan yang akan menjadi catatan indah. Sekaligus memenuhi halaman demi halaman paspor saya dengan berbagai stempel warna-warni.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s