Senyum Ibu Peneduh Hatiku


Akar Kehidupan

Tak terasa, dua tahun sudah engkau tinggalkan kami. Dua tahun juga, terasa ada bagian yang hilang dari tubuh ini. Begitu kuat engkau mewarnai hidup kami. Aku, istriku dan ketiga anak kami. Meski berbeda rumah, tapi hampir tiap hari kami saling menjenguk.

Ibu, begitu lekat kenangan bersamamu yang tak mungkin terulang lagi. Senyum asihmu begitu damai. Kata-kata lembutmu begitu menghibur kami. Apalagi jika kami sedang mengalami masalah. Kau kuatkan hati kami untuk selalu bersabar dan bertawakal.

“Tak ada manusia yang beriman yang tak akan diuji oleh Allah,” demikian selalu kalimat itu yang mengalir.

Batang Kehidupan

Dahan Kehidupan

Daun Kehidupan

Buah Kehidupan

Iklan

One thought on “Senyum Ibu Peneduh Hatiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s