Pak Yudhi dan Harapannya


Kompak, berasyik ria sambil menunggu buka puasa. (Foto kolpri)
Kompak, berasyik ria sambil menunggu buka puasa. (Foto kolpri)

Dalam setiap perjalanan, pasti ada sebuah catatan. Demikian juga saat kemarin kami Komunitas Blogger Jogja (KBJ), Komunitas Emak Blogger (KEB) Jogja, Blogger Klaten dan Blogger Solo melakukan Factory Tour ke pabrik AQUA Klaten (12/7). Acara yang diselenggarakan oleh BLOGdetik bekerjasama dengan PT. Tirta Investama-Danone AQUA ini merupakan rangkaian ngaBLOGburit Offline BLOGdetik. Dimana dua tempat pabrik AQUA yang menjadi jujugan adalah Klaten dan Pandaan.

NgaBLOGburit pertama di Klaten ini berlangsung sangat menarik. Dua rombongan bus yang masing-masing berangkat dari Solo dan Jogja dipenuhi oleh para blogger. Sekitar 100-an blogger yang hadir pun cukup antusias untuk mengikuti acara dari awal hingga akhir. Rombongan dari Jogja, berangkat dari halaman parkir Abu Bakar Ali pukul 13.00 WIB. Sampai di Pabrik AQUA Wangen, Polanharjo-Klaten sekitar pukul 15.30 WIB. Lalu kami segera menuju aula pertemuan dan selanjutnya adalah melakukan factory tour.

Nah, kali ini saya tidak akan bercerita banyak tentang factory tour tersebut. Sebab beberapa kawan blogger mungkin sudah siap dengan berbagai reportasenya. Yang menjadi catatan penting dan saya anggap layak untuk ditengahkan adalah tentang sosok yang cukup menyita perhatian saya. Seorang kepala desa yang masih cukup muda dan sangat komunkatif. Sudah dua periode menjabat Kepala Desa Karanglo Kec. Polanharjo, Kab. Klaten. Dia adalahYudhi Kusnandar.

Pak Yudi yang wajahnya mirip Pak Jokowi, Kades Karanglo. (Foto kolpri)
Pak Yudi yang wajahnya mirip Pak Jokowi, Kades Karanglo. (Foto kolpri)

Bertempat di Laboratorium Lapangan Petani Karanglo kami semua para blogger dijamu. Di Joglo Tani milik Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Tani Mulyo yang berdiri di tanah milik Yudhi Kusnandar inilah kami melepaskan lelah, sambil menunggu buka puasa. Saat sesi perkenalan sekaligus sesi bagi-bagi doorprice, kami berkesempatan untuk melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada beliau. Gaya gokil sang MC, Karel Anderson, bak gayung bersambut. Ternyata beliau cukup bisa mengimbangi.

Maka pertanyaan seputar keberadaan Pabrik AQUA, Laboratorium Lapangan, tingkat keberhasilan program hingga tingkat partisipasi masyarakat menjadi perhatian kami. Begitu gamblang dan sangat cerdas cara menjawab berbagai pertanyaan tersebut. Demikian kesimpulan saya saat memperhatikan jawaban-jawaban yang lugas dan apa adanya. Ada beberapa jawaban yang saya garis bawahi diantaranya:

  1. Masyarakat desa ini sudah kaya-kaya. Jadi, tolong kami diberikan program yang bisa menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (Permintaan atas program CSR yang ditawarkan oleh Pabrik AQUA)
  2. Program pemanfaatan sampah daur ulang di tahun pertama hanya melingkupi dua RT saja. Namun di tahun berikutnya, warga seluruh desa sudah ikut berpartisipasi. Itupun sampah yang dikumpulkan diberikan secara gratis. (Terlihat dari halaman warga dan jalanan desa yang cukup rapi dan bersih)
  3. Masalah utama pengembangan pertanian di Desa Karanglo adalah minimnya/keengganan kaum muda untuk terjun sebagai petani. Sehingga ini menjadi masalah serius yang kepala desa pun belum menemukan solusinya.

Pernyataan ke-tiga itu lah sebenarnya yang sedang dihadapai oleh bangsa kita. Pernyataan jujur dari seorang pemimpin di tingkat bawah itu seharusnya menjadi perhatian bagi para petinggi negeri ini. Bagaimana masyarakat/petani harus berjibaku untuk menyelamatkan tanamannya saat hama datang menyerang. Ketakberdayaan terhadap proses alami itu tentu bukan menjadi hal yang diharpkan. Padahal untuk bertanam padi jenis unggul, perkiraan modal awal untuk sawah seluas 1 (satu) hektar diperkirakan menghabiskan modal 12-16 juta. Belum lagi ditambah dengan biaya pemeliharaan sampai panen.

Ekspresi beliau saat menyampaikan bahwa masalah pemuda yang enggan menjadi petani nampak cukup serius. Sampai-sampai dengan gaya joke, beliau menawarkan kepada para blogger untuk menjadi relawan petani. Sungguh satu pekerjaan yang tidak mudah memang. Memimpin sebuah desa dengan lahan produktif pertanian yang cukup luas, sementara di sisi lain, tenaga produktif yang ada tidak berminat untuk menjadi petani penggarap.

Dalam hati kecil saya pun bergumam,”Semoga Pak Yudhi, di empat tahun jabatan ke depan sudah mendapatkan solusi. Dimudahkan harapannya oleh Alloh Ta’ala. Sekaligus dapat dipimpin oleh pemimpin yang paham terhadap kebutuhan rakyatnya.”

[Catatan dari Field Trip dan Factory Tour AQUA, Karanglo-Klaten (12/7) bersama BLOGdetik.]

Iklan

6 thoughts on “Pak Yudhi dan Harapannya

  1. Secara sepintas pak lurahnya emang Joss,, Pas dibelakang dia jg cerita kalo tanah yg di gunakan untuk kegiatan pertemuan tani+bank sampah itu makai tanahnya dia lho. Di rela tanahnya digunakan untuk kepentingan warga.

    1. Betul mas. Itu saya tulis pas di paragraf bawahnya foto Pak Yudi. Lha wong tanahnya sendiri saja lebih dari 20 hektar. Tapi yang saya suka komitmen dan semangatnya itu lho. Makanya tahun 2013 beliau terpilih lagi jadi kades untuk periode ke-2. 🙂

  2. Gap generation petani salah satunya disebabkan oleh tingkat kesejahteraan petani yg msh minim.

    Kpn2 kopdar di Bwi kan pak? Tour de ijen menanti tuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s