Meraih Cinta Abadi


Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu; Seorang laki-laki berada di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ada seseorang lagi lewat di depannya. Laki-laki itu lalu berkata,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku menyukai orang ini!”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda kepadanya,”Apakah kamu telah memberitahunya?”

Ia menjawab: “Belum!”

Lalu beliau bersabda,”Beritahukanlah ia!”

Laki-laki itu kemudian menyusulnya dan berkata,”Sesungguhnya aku suka kepadamu karena Allah!”

Orang itu balik berkata,”Engkau akan dicintai oleh Dzat yang kamu menyukai aku karenaNya.” [Sunan Abu Daud. Derajat hadis: hasan]

Sementara diriwayatkan dari Imam Ahmad; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Hai Mu’adz, aku mencintaimu.”

Mu’adz bin Jabal berkata kepada beliau,”Engkau lebih aku muliakan melebihi ayah dan ibuku wahai Rasulullah. Saya juga mencintaimu!”

Sebuah fragmen sederhana yang dicontohkan Rasululloh Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana beliau menafsirkan arti cinta. Begitu indah dan mulianya beliau mengungkapkan arti sebuah cinta. Ungkapan yang diucapkan kepada Muadz bin Jabbal, salah satu sahabat dari 10 sahabat yang dijamin Alloh Ta’ala untuk masuk surga. Seorang abdi Rosululloh yang selalu mendampingi beliau dalam suka dan duka hingga akhir hayatnya.

a7

Sebuah cinta monumental yang tercatat dalam sejarah umat manusia. Khususnya para muslimin yang wajib untuk mengetahui. Dimana kisah seperti ini jarang sekali diungkapkan oleh para da’i, ustad atau kyai. Sehingga saat kita melihat dua orang lelaki bersalaman, berpelukan lalu saling beradu pipi, masih dianggap aneh. Apalagi jika kemudian terdengar ucapan saling puji dan mengungkapkan rasa cinta.

Banyak Ibroh (pelajaran) yang bisa kita tarik dari peristiwa tersebut, diantaranya:

  1. Niatkan cinta karena Alloh.
  2. Cinta selalu memberikan kedamaian.
  3. Cinta selalu menimbulkan rasa kasih dan sayang.

Niatkan Cinta Karena Alloh

Inilah pondasi yang sebenarnya menjadi sekat tipis antara cinta dan nafsu. Bagaimana banyak kita jumpai istilah ‘korban cinta buta’. Padahal secara maknawi tak ada yang namanya ‘korban cinta’ dalam artian negatif. Sebab begitu agungnya nilai cinta, dimana setiap ungkapan cinta seharusnya diniatkan demi Alloh Ta’ala. Tak ada selain itu.

Ini seringkali kita lupakan. Tertutupnya hati oleh hawa nafsu, membuat kabur makna cinta itu sendiri. Oleh karena itu, mulai saat ini, kuatkan niat, ikrarkan hati untuk selalu bercinta dengan mencari ridhoNya. Insyaalloh perjalanan cinta itu akan begitu indah. Sebagaimana Rosululloh menunjukkan kepada para isteri dan anggota keluarganya, para sahabatnya, masyarakat muslim maupun non-muslim.

Cinta Selalu Memberikan Kedamaian

Cinta pasti akan menumbuhkan rasa damai bagi siapa saja yang rongga hati dipenuhi olehnya. Kemudian ada sebuah pertanyaan dari seseorang,”Kalau cinta membuat damai, mengapa saya selalu galau terus?”

Nah, selayaknya anda melihat rumusan cinta yang pertama. Jika bukan karena Alloh definisi cinta yang anda harapkan, pasti akan berakhir dengan kekecewaan. Mengapa bisa demikian? Inilah yang akan terlihat nantinya, mana yang dimaksud dengan cinta, atau hanya sekedar dorongan nafsu. Cinta tak akan pernah menyakiti. Oleh karena itu sampai ada yang menyebut dengan ‘keagungan cinta. Cinta itu begitu agung, begitu besar. Sehingga mampu menutup berbagai perbedaan yang sebesar apapun.

Sementara nafsu akan terus memacu adrenalin kita untuk selalu meraih apa yang kita inginkan. Walau terkadang harus dengan cara-cara yang tidak baik. Sebagai contoh adalah: rasa cinta (baca: nafsu) atas kekuasaan, rasa cinta atas harta yang dimilikinya, rasa cinta atas jabatan yang membuat seseorang ingin meraih dengan cara apapun, dan masih banyak yang lain. Jika cinta itu tak didasari sikap iman maka akan mudah sekali berubah menjadi sebuah nafsu yang berujung pada kerusakan.

Cinta Selalu Menimbulkan Rasa Kasih dan Sayang

Alloh berfirman dalam Al-Qur’an Surat Maryam (96):11 yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal salih, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.”

Inilah sebuah definisi cinta yang digambarkan olehNya lewat seruang ayat-ayat di dalam Al-Qur’an. Bahwasannya cinta karena Alloh itu begitu agung dan abadi. Yang akan memberikan rasa damai serta kasih dan sayang terhadap manusia yang meyakininya. Cinta yang tak mungkin akan menyakiti bahkan membinasakan. Dimana seringkali dewasa ini, ungkapan cinta itu terbaurkan dengan nafsu syahwati. 

Nah, masihkah ada manusia yang mau membantah akan ketetapan Alloh Ta’ala tentang definisi cinta? Wallohu a’lam bisshowaab…

[“Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Blog CIMONERS”]

Iklan

17 thoughts on “Meraih Cinta Abadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s