Harus Pulang


a 8

“Zul, maafkan aku ya. Sungguh aku tak bermasud demikian. Ini juga demi kebaikan kita.”

Lalu kami pu terdiam. Kalimat yang meluncur dari bibir Ami itu semakin membuatku terluka. Untuk yang ke-dua kali, senja ini menjadi saksi. Di satu tempat yang sama, Plage du Chateau. Tempat yang indah di pinggir Laut Mediteranee. Menjadi tidak indah lagi, saat dua hati sedang bertaruh.

De rien (tak apa) Am. Aku tahu, memang aku tak selevel denganmu. Terlalu tinggi kamu bagiku,” ku coba pecahkan ke sunyian itu.

Pardon moi (maafkan aku) Zul, c’etait ma faute (itu salahku),” dengan wajah memelas Ami lekat menatapku. Mencoba meraih tanganku.

Dengan pelan aku ingsutkan tangan lembut itu. Autumn (musim gugur) rupanya menambah dingin sepasang tangan itu. Aku tangkupkan beradu dengan kedua tanganku. Memandang penuh maaf ke arah dua bola mata Ami yang telah basah.

“Kamu tak salah. Mungkin takdir lah yang mengharuskan perjalanan kita seperti ini. Jauh dari Indonesia, bahkan dari ibu yang selama ini begitu membutuhkanku. Hanya untuk menjaga hati yang begitu aku sayangi.”

Aku memang terlalu berharap. Ami, puteri seorang konsul jenderal di salah satu kota seni di Perancis. Berharap bahwa aku dapat mempersuntingkannya. Dengan modal gelar MA dari Universite du Sud, sebuah universitas elit Paris. Ditambah dengan pekerjaanku yang mentereng sebagai supervisor di sebuah museum seni. Rupanya ini tak mampu membuka mata keluarganya.

Saat ayah Ami tahu kalau aku hanyalah anak seorang janda penjual kue keliling, 180 derajat sikapnya berubah padaku. Bahkan ku dengar, dia malah sudah ditunangkan dengan salah satu stafnya di konsulat. Staf yang memang tergila-gila dengan kecantikan Ami. Hal itu seolah menohok harga diriku. Meski aku tahu, Ami tak mau begitu saja diperlakukan demikian.

Aku sadar, tak mungkin ada cinta segitiga diantara kami. Memang seharusnya aku pulang ke Indonesia. Untuk menjaga ibu yang mulai sakit-sakitan. Kemudian bersiap untuk menjemput takdir yang lain…

Iklan

8 thoughts on “Harus Pulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s