Dare To Dream!


Mimpi indah, siapa takut? He...7x
Mimpi indah, siapa takut? He…7x

Sahabat, pernahkah kalian bermimpi tentang usia 50 tahun kalian. Atau justeru kalian pesimis tak akan mencapai umur itu. Aduh, jangan ah! Tetaplah bermimpi bahwa kita bisa hidup 1000 tahun lagi. Meski kita tak tahu nanti bentuk kita seperti apa. He…7x.

 

Kata orang Jawa,”Ngimpi kembange turu.” Mimpi adalah bunganya orang tidur. Jadi kalau mimpi baik, anggaplah bunga anggrek anyelir. Jika mimpi buruk, anggaplah bunga bangkai. Jelek tapi diburu orang. Hloh….

Seperti mimpi saya tentang sebuah rumah mungil. Di sebuah desa yang bernama Ngoro Oro. Sebuah desa asri yang berada di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Rumah mungil dengan bentang halaman luas. Di kanan kiri terbentang kolam ikan lele dan ikan nila. Sementara di halaman belakang kandang bebek dan kolam kecil melintang di bawahnya.

Seperti pernah aku tulis di buku harianku. Seharusnya mimpi itu sudah aku capai tujuh tahun lagi. Tepatnya 10 November 2014, saat anak-anakku sudah selesaikan pendidikan SMA atau perguruan tingginya. Mengapa sih harus di situ? Apa nggak ada tempat lain? Menurutku sih harus. Nggak ada tempat lain seindah dan senyaman Ngoro Oro menurutku.

Sawah yang siap dikominasi dengan kolam ikan.
Sawah yang siap dikominasi dengan kolam ikan.

Jauh dari kota. Hawa pengunungan yang begitu khas. Rukun dan guyubnya masyarakat. Apalagi dekat dengan destinasi wisata Gunung Purba Nglanggeran dan Embung Nglanggeran. Artinya, ada peluang bisnis yang bisa aku kembangkan di situ. Hobi memasak pun pasti akan tersalurkan.

Saat ini masih saja saya mondar-mandir antara Surabaya – Jogja. Namun tanah impianย itu sudah siap saya pinang. Tinggal nanti menabung lagi dengan lebih giat. Untuk wujudkan rumah mungil nan indah itu. Sambil sesekali berburu perlengkapan rumah antik. Untuk penghias rumah mungilku.

Prototype rumah impian.
Prototype rumah impian.

Nah, jika Alloh berkehendak lain piye jal? Kadang perasaan itu menyeruak pelan saat saya sendirian. Katakanlah sebelum usia itu saya sudah ‘dipanggil’ duluan. Meski tetap berdoa tidaklah demikian. Tentu saja sudah siapkan ‘kapal sekoci’. Isteri dan anak-anakku tercinta mesti sudah tahu. Bahwa saya, abinya, bapaknya sudah punya impian seperti itu.

Ini pun sudah kesapakatan bersama. Bahwa rumah mungil itu akan menjadi mimpi bersama. Rumah penantian untuk mengisi hari-hari tua. Sekalian berbakti bagi negeri. Menyumbangkan pikiran, tenaga dan sebagian rezeki untuk membangun desa yang penuh kenangan.

Bagi kami, mewujudkan mimpi yang kadang mustahil, mengapa harus takut? Toh, sudah banyak mimpi masa kecil yang sudah saya wujudkan. Jika Alloh Ta’ala kehendaki, apalagi ditunjang usaha yang keras, kenapa tidak?

[โ€œI DECLARE, I WILL ACCOMPLISH MY DREAMSโ€]

Iklan

15 thoughts on “Dare To Dream!

  1. bener banget enak tinggal di desa… apalagi deket gunung sepertinya itu impianku juga di masa tua… masalahnya dari kecil tinggal di kota, surabaya dan jakarta gak jauh beda makanya kalo liburan senengnya lari ke desa orang *loh maksudnya ke objek wisata alam yang didesa…

    Semoga cita-cita bapak tercapai.. hidup damai di rumah yang damai pula ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s