Kampanye: Antara Kebut-Kebutan, Ndangdut dan Mulut Berbusa


Korban konvoi massa sebuah partai di Jogja. (Courtesy of Zainal Abidin al Floresi)
Korban konvoi massa sebuah partai di Jogja. (Courtesy of Zainal Abidin al Floresi)

Sekali lagi, sebuah negeri kepulauan yang besar akan mengadakan perhelatan akbar. Sebuah pesta yang melibatkan seluruh komponen anak bangsa. Mulai dari pengangguran,preman, tukang parkir, hingga presiden. Semua berusaha merangsek ke depan, menuju garis demarkasi demokrasi dan otokrasi. Semua mencoba untuk mendapatkan kue kekuasaan. Dari sekedar menguasai uang 50 ribuan hingga menguasai kursi kepresidenan.

Mereka begitu kompak saat diiringi parade kebut-kebutan di jalan. Sambil melambai-lambaikan tangan seolah berkata,”Inilah pasukan saya.”

Pasukan kebutan-kebutan yang demi melapangkan jalan, rela menggebuki siapa saja yang menghalangi jalan. Demi melancarkan perjalanan, siap memukuli mobil dan motor yang dianggap mengganggu kelancaran konvoi. Sungguh pemandangan yang ‘nggegirisi’. Tak ada lagi nurani saat mereka beraksi meski hanya dengan 25 ribu mereka dimodali.

Saat mereka sudah hadir dan berkumpul di lapangan, siap menyambut seribu aksi. Para penyanyi ndangdut dengan dandanan seksi. Memakai baju ketat ditambah rumbai yang menghiasi rok mini. Joget panas menjadi suguhan maksi. Menambah suasana beringas yang sudah ‘nge-on’ sejak tadi.

Penyanyi dan para peserta kampanye. (Courtesy of Tempo dot co)
Penyanyi dan para peserta kampanye. (Courtesy of Tempo dot co)

Sejenak kemudian, goyang panas yang penyanyi seksi sejenak terhenti. Diganti orasi para orator pengusung gaya demokrasi. Dengan semangat menyala, menyalakkan mulut hingga berbuih.

“Masih ada harapan untuk negeri ini. Pilihlah partai yang masih punya nurani. Pilihlah wakil anda yang masih punya gigi. Pilihlah presiden yang punya taji. Sebab merekalah pejantan yang siap bertarung untuk membesarkan korupsi.”

Makan siang sambil menyampaikan visi dan misi, ini yg pasti asyik.... (Foto kolpri)
Makan siang sambil menyampaikan visi dan misi, ini yg pasti asyik…. (Foto kolpri)

Sementara di pinggir paggung besar, para hadirin bersantai. Sambil menikmati beberapa suguhan botol minuman berenergi. Yang bergambar topi miring atau dua harimau menyeringai. Oh, betapa indah siang itu ditimpa dengan semburan petugas dari mobil pemadam api. Kembali segar dan siap berjoget untuk sejuta aksi demokrasi.

Sang orator di atas panggung pun berhenti. Berganti dengan suara ketipung ditingkahi lengkingan bunyi melodi. Massa pun kembali menyatu hati. Berjoget liar seiring dentuman bas drum mengiring liukan penyanyi seksi. Sementara di tengah kerumunan, saling baku pukul menjadi hiburan tersendiri.

Oh ibu pertiwi. Inilah tingkah anak negerimu. Mengatasnamakan demokrasi dengan kebut-kebutan liar dan jogetan seksi. Mengatasnamakan rakyat dengan mengumbar janji-janji hingga mulut berbuih. Sementara aku di sini, hanya berdiam diri. Tak mampu mencegah apa-apa selain berdoa. Semoga perhelatan besar itu tak lagi berdarah-darah.

Iklan

11 thoughts on “Kampanye: Antara Kebut-Kebutan, Ndangdut dan Mulut Berbusa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s