Kata Pertama yang Begitu Berarti


Mbak 'Indy dan ade 'Aqil. (Foto koleksi pribadi)
Mbak ‘Indy dan ade ‘Aqil. (Foto koleksi pribadi)

Dalam kehidupan, membina mahligai rumah tangga adalah salah satu idaman. Satu proses sunatulloh yang sudah seharusnya kita lakukan sebagai manusia. Melahirkan anak dari tiap pasangan sebagai generasi pelestari kehidupan. Menjadi nilai ‘kesempurnaan’ bagi satu biduk rumah tangga. Ada orang tua dan ada pula anak.

Bicara tentang anak, tak akan ada habisnya cerita tentang mereka. Apalagi bagi mereka yang dikaruniai lebih dari seorang anak. Satu anak saja, ceritanya sudah heboh. Tiga anak, pasti bisa lebih meledak lagi. Hehehe

Demikian juga dengan kami. Dikarunia empat orang anak (satu janin meninggal karena keguguran) menjadi keberuntungan luar biasa. Membayangkan pasangan yang belum diberi kesempatan oleh Sang Khaliq. Meskipun mereka telah puluhan tahun membina rumah tangga. Rasa syukur tak terhingga dan selalu menjaga amanah itu dengan baik. Begitu kami berusaha melakukannya.

Dikarunia anak dengan fisik dan psikis yang sempurna, semakin menambah keberuntungan itu. Sama seperti kami saat mengamati tumbuh dan kembang anak-anak kami. Alhamdulillah, semua proses tumbuh dan kembang mereka berjalan dengan baik. Termasuk kemampuan mereka berbicara.

Orang tua mana sih yang tak akan bahagia saat anak mereka sudah mulai bisa bicara? Meski masih satu kata, semisal ‘da’, ‘ma’, ‘wa’, ‘ga’ atau yang lainnya. Lebih heboh lagi saat sang anak sudah bisa ungkapkan satu kata bermakna. Kata itu semisal ‘mama’, ‘papa’, ‘dada’, ‘kaka’, ‘baba’ atau yang lainnya.

Anak kami pun melewati proses itu. Meski antara satu dan lainnya berbeda usia saat mulai bisa bicara. Tapi ada satu kesamaan, yang teman psikolog saya pun sempat heran. Mereka dapat ucapkan ‘umi‘ (ummi) dan ‘abi‘ saat berucap kata yang pertama. Sangat jelas artikulasinya dan lantang suranya. Masyaalloh, saya sendiri pun sempat dibuat takjub.

Mbak 'Indy dan ade 'Aqil yang unyu. (Foto koleksi pribadi)
Mbak ‘Indy dan ade ‘Aqil yang unyu. (Foto koleksi pribadi)

Anak pertama kami sudah bisa melafalkan ‘umi’ dan ‘abi’ di usia 10 bulan. Sedangkan anak ke-dua kami bisa mengucapkannya di usia 11 bulan. ‘Indy, anak pertama kami memang sangat baik perkembangannya. Di usia 16 bulan, sudah memiliki 800-an kosa kata dan sudah bisa berujar. Meski dengan kalimat sederhana.

Kebahagiaan yang tak bisa terbeli dengan apapun. Saat anak-anak memanggil kami dengan kata pertamanya. Seolah jantung mau meledak untuk gambarkan itu semua. Alloh Maha Pemurah, rasa syukur tiada tara melambung ke udara. Memenuhi rongga-rongga kesadaran kami, bahwa begitu banyak Dia berikan nikmat kepada kami.

[Artikel disertakan dalam GA “Bicaralah yang Lantang Jangan Hanya Diam“. Ikutan yuk… ]

 

Catatan:

  • Usia anak sebelum 12 bulan sudah dapat mengucapkan kata sederhana. Bayi usia 9 bulan mulai dapat melafalkan ‘mama’, ‘papa’, ‘dada’ dan lainnya. Namun belum dapat paham denga kata itu.
  • Usia anak 12-15 tahun sudah dapat mengucapkan sebuah kata atau lebih dengan makna yang sudah dia pahami. Misalkan ucapan ‘mama’ maka panggilan itu ditujukan untuk ibunya. ‘Dada’ dengan diikuti gerakan tangan kepada orang yang dituju.
Iklan

12 thoughts on “Kata Pertama yang Begitu Berarti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s