Isteriku, Ibu Luar Biasa Bagi Anakku


Kami bersama eksostime Embung Nglanggeran Jogja. (Foto koleksi pribadi)
Kami bersama eksostime Embung Nglanggeran Jogja. (Foto koleksi pribadi)

Tepat aku posting foto ini di Hari Ibu, 22/12.

Untuk berpartisipasi dalam Kontes #NaGaBONarCintaIbu punya mas Yos, yang aku pilih adalah foto ini. Mengapa bukan dengan ibu kandung atau ibu mertuaku? Sebab ibu kandungku telah berpulang, sementara foto dengan ibu mertuaku tak ada yang masuk klasifikasi narsis. Hadew….

Tanpa mengurangi rasa hormatku pada mas Yos, si sohibul kontes, aku pilih alternatif yang terakhir saja. Narsis bersama isteriku. Ibu hebat bagi ketiga anakku. Gak percaya kalau hebat?

Berikut saya paparkan aktivitas dan komitmennya sebagai ibu.

Di sela-sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga,  juga memiliki beberapa usaha rumahan. Sebagai guru PAI di sebuah Madratsah Ibtida’iyah (MI) di kotaku pada pagi hari. Sore sampai petang mengabdikan diri untuk berbagai ilmu di sebuat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Belum selesai dengan itu semua, pada Jumat dan Sabtu tiap akhir pekan, berangkat sekolah untuk melajutkan S-2 Syari’ahnya di UIN Sunan Ampel Surabaya. Alhamdulillah, saat ini sudah mulai masuk pengerjaan tesis.

Selesai? Belum juga sih. Saat ini sedang menyusun 2 buku yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para kolega dan pembacanya. Sebab aktivitas ngeblog dirasa kurang optimal.

Kapan waktu untukku dan anak-anak?

Setiap saat pasti ada waktu untukku, suaminya. He…7x, yang ini rahasia deh. Cukup kami berdua yang tahu. Untuk anak-anakku, pastilah. Setiap saat kalau dari pihak pondok pesantren mengijinkan untuk bertelepon ria. Pastilah dia yang minta ngomong duluan.

Oh ya, ketiga putera-puteri kami saat ini berada di ponpes/ma’had. Mereka bertiga kami semi homeschooling sejak bayi sampai usia 6-7 tahun. Kemudian meneruskan pendidikannya saat masuk usia SD/MI di pondok pesantren terpadu.

Kalau ada teman berkata, “Wah hebat tuh isterinya oom.”

Maka biasanya aku jawab,”Dia lebih hebat dari apa yang sampeyan kira lho…”

[ Untukku isteriku yang hebat, maafkan aku. Aku tak pernah bilang ‘I love u’ sampai saat ini. Sebab cintaku melebihi kata-kata itu.]

Iklan

16 thoughts on “Isteriku, Ibu Luar Biasa Bagi Anakku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s