Smart Setiap Saat


Muara kehidupan. (Foto koleksi pribadi)
Muara kehidupan. (Foto koleksi pribadi)

Setiap orang, pastilah dihadapkan pada berbagai ujian serta pilihan hidup. Bagaimana dia dapat melalui setiap ujian akan menunjukkan kualitas kepribadiannya. Demikian juga keputusan atas pilihan hidup. Apapun pilihan yang dijatuhkan pastilah akan membawa efek bagi kehidupan pribadinya. Maka sungguh beruntunglah orang-orang yang mampu melewati ujian hidup dengan kesabaran dan keikhlasan.

Sementara pilihan hidup yang bijak adalah yang dapat memberikan manfaat bagi dirinya serta masyarakat di sekitarnya. Sebagaimana sabda Rosululloh: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. [HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah]

Ada lima (5) tips yang insyaalloh akan berguna dalam kita mengarungi samudera kehidupan ini. Tips yang akan membuat kita smart. Cerdas dalam artian kita mampu menjawab apa saja ujian serta permasalahan hidup yang hadir di hadapan kita. Apa saja sih 5 tips kita dalam menghadapi kerasnya badai dan tingginya gelombang kehidupan itu?

Berikut adalah tipsnya:

  1. Selalu sebarkan salam.
  2. Selalu tebarkan senyum.
  3. Selalu lebarkan ikhlas.
  4. Selalu kuatkan sabar.
  5. Selalu bimbingkan tawakal.

Selalu sebarkan salam

Terlihat begitu mudah hal itu dilakukan sepertinya. Meskipun pada kenyataannya akan begitu sulit. Jika kita berpapasan dengan orang yang tak kita sukai, niscaya menghindar atau membuang muka adalah langkah terbaik yang biasa kita lakukan.

Sebarkan salam. Demikian Rosululloh perintahkan kepada kita. Menebarkan salam artinya adalah menebarkan doa untuk saling mendoakan keselamatan. Begitu indah bukan?

Bagaimana kita bisa doakan saudara atau sahabat kita jika hati kita jengah. Maka dengan menebarkan salam, maka secara otomatis akan menghilangkan rasa jengah itu dari hati kita. Kebahagiaa juga pasti akan dirasakan oleh orang yang kita doakan.

Selalu tebarkan seyum

Senyum. Berapakah harga sebuah senyum? Begitu mahalkah harga sebuah senyum sehingga kita kadang enggan untuk memberikan kepada yang lain?

Aisyah Radliyallahu’anha bercerita, yang artinya, “Tidak pernah saya melihat Raulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam tertawa terbahak-bahak sehingga kelihatan batas kerongkongannya. Akan tetapi tertawa beliau adalah dengan tersenyum.” [Hadis Riwayat Al-Bukhari]

Masyaalloh, Rosul saja selalu menghiasi wajahnya dengan senyum. Alangkah nistanya kita sebagai manusia yang dikaruniai bibir yang sempurna, tak mau melakukan hal itu. Tersenyum.

Sebagaimana juga beliau menyampaikan,”Tabassumuka Fii Wajhi Akhiika Shodaqoh.” Tersenyum ketika kalian bertemu dengan saudara kalian adalah ibadah. [Hadis Riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Hiban dan Baihaqi]

Betapa indah hidup kita, meski dalam dukapun kita dapat tersenyum.

Selalu lebarkan ikhlas

Mengapa harus dilebarkan? Hati yang sempit seringkali membuat cara pandang kita menghadapi suatu masalah itu juga sempit. Saat datang kesukaan, kita begitu riang gembira. Bahkan terkadang diluapkan dengan hura-hura. Sebaliknya, saat kedukaan melanda. Kita begitu masygul. Bahkan kita seolah menuntut Alloh atas nasib tidak baik yang menimpa kita.

Keikhlasan menerima ujian suka berbanding terbalik saat menerima ujian duka. Hati menjadi sempit. Matapun seolah gelap. Maka rasa ikhlas menjadi sempit bahkan kadang tiada. Maka lebarkan pintu ikhlas saat ujian suka datang atau duka menjelang itulah yang akan membimbing kita menjadi manusia bijak.

Selalu kuatkan sabar

Dalam Al-Quran disebutkan kata sabar sebanyak 103 kali. Sebagaimana firman Alloh Ta’ala yang cukup masyhur: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 177]

Luar biasa bukan? Masih banyak lagi ayat maupun hadis yang mengungkapkan begitu luhurnya nilai-nilai kesabaran. Sabar menjadi salah satu kunci hidup yang dapat mengantarkan kita menuju kehidupan keluarga sakinah (ketenangan/ketenteraman), mawaddah (rasa cinta) warohmah (rasa sayang).

Selalu bimbingkan tawakal

Mengapa saya gunakan istilah bimbingkan? Sebab saya maksudkan agar kita bisa membimbing jika ada sahabat yang sedang dalam kegalauan. Sebaliknya, kita pun dapat menerima bimbinga jika kita dalam kelemahan.

Menyerahkan segala urusan dengan penuh kepercayaan kepada Alloh Ta’ala saat kita sudah berusaha seoptimal mungkin atas sebuah usaha. Dimana usaha yang kita lakukan itu, kita belum tahu hasilnya. Entah baik, atau buruk.

Pasrah bukan berarti menyerah pada nasib. Pasrah di sini adalah setelah melewati berbagai proses yang ‘mengaru-birukan’ tentu saja. Namun kita tak yakin dengan keberhasilan atas usaha yang telah kita lakukan itu.

Seringkali hal ini kita alami saat kita mencoba sebuah usaha baru. Dalam pekerjaan misalnya. Kita sudah berusaha untuk mengerjakan pekerjaan yang kita anggap sangat sulit. Karena kesulitan itulah yang membuat kita tidak percaya diri bahwa pekerjaan kita itu berhasil.

Oleh karena itu, yang terbaik adalah tetap berdoa. Memohonkan agar kita diberikan kemudahan untuk dapat menerima hasil yang nanti akan kita ketahui. Seberapa buruk pun hasilnya, kita telah siap.

Jadi….

Kadangkala hidup penuh tikungan. (Foto koleksi pribadi)
Kadangkala hidup penuh tikungan. (Foto koleksi pribadi)

Demikianlah kehidupan, kadang penuh di tikungan yang kita harus secara bijak untuk mengerem dan melaluinya dengan lancar. Kadang kita terlalu bersemangat, hingga lupa untuk mengerem. Akibatnya kita bisa keluar dari jalur yang seharusnya kita berjalan.

Jika pun, kita keluar dari jalur, dengan 5S itu, kita segera tahu cara untuk kembali on track. Hidup menjadi lebih optimis dan bergairah. Optimesme dan gairah hidup kita inipun dapat menjalar di lingkungan sekitar kita.

Hidup tidaklah landai. (Foto koleksi pribadi)
Hidup tidaklah landai. (Foto koleksi pribadi)

Ada akalanya juga kita harus melompat. Sebab jalan hidup memanglah tak landai. Lompatan kecil maupun lompatan besar kadang harus kita lakukan. Atau bisa secara tak sengaja juga kadang kita lakukan.

Namun ada kalanya kita terjerembab. Sebab lompatan itu terlalu tinggi. Kita pun masih belum siap untuk mendarat. Bhammm… ada banyak luka bahkan bisa parah sampai nafas kita pun bisa tanggal. Demikianlah resiko dari apa yang telah kita lakukan.

Paling tidak, jika kita telah lakukan 5S yang telah saya sebutkan tadi. Kita telah berusaha untuk menjadi manusia yang Smart. Menjadi bijak untuk menghadapi situasi seperti apapun. Menjadi pintar untuk membaca situasi guna mempersiapkan tindakan yang terbaik. Menjadi cerdas untuk tidak mudah ‘patah arang’ dalam menghadapi banyaknya kesulitan hidup.

Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Ultah Blog Emak Gaoel ]

banner lomba emakgaoel

Iklan

6 thoughts on “Smart Setiap Saat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s