Bikin Satu Buku Tiap Bulan: Gila Nggak?


Seperti yang pernah aku ceritakan lewat postinganku sebelumnya, Proyek Monumental 2014: Terbitkan Buku Setiap Bulan, menurut pembaca mungkin nggak sih?

Menurutku sendiri sih, sebenarnya gila juga. Sebab untuk nerbitkan satu buku saja sulitnya cukup lumayan. Pengalamanku untuk nerbitkan dua (2) buku indie ternyata cukup memakan waktu. Terutama untuk proses editing dan pra-cetaknya. Kalau untuk bahan buku sih, insyaalloh dengan beragam gaya bisalah akhirnya ngumpul.

Cover buku pertama, masuk proses pra-cetak.
Cover buku pertama, masuk proses pra-cetak.
Cover buku ke-2 (novel) proses editing.
Cover buku ke-2 (novel) proses editing.

Tak ada proses instant ternyata. Butuh waktu berpuluh, bahkan beratus jam untuk menyelesaikan sebuah buku. Itupun proses editing sudah dibantu oleh sanak saudara yang ekspert di bidangnya. Di situlah begitu berasa seninya untuk menciptakan sebuah buku. Apalagi yang diterbitkan sendiri (indie).

Tapi ‘kegilaan’ ide untuk mewujudkannya sudah terlanjur dipancang. Bendera tantangan sudah dikibarkan. Maka segala cara harus aku lakukan untuk mewujudkannya. Kesibukan di tempat kerja, tak akan membuatku berhenti untuk menulis. Atau mengajak menulis sahabat lain agar dapat memperoleh karya kolaborasi. Di situ ada nilai silaturrahim dalam menulis.

Pun tak ada salahnya bila Bung Ahyani nulis bareng sama aku. Ayo mau nggak? Kalau nggak mau jelas rugi lho. Sebab menulis apalagi dengan ‘menelorkan’ sebuah atau banyak buku, maka usia kita nanti semakin bertambah panjang. Sebab tulisan tak akan pernah mengenal mati. Selama sohib atau anak cucu kita mau baca karya kita itu.

Toh angan-angan akan segera menguap. Seiring dengan masalah dan pekerjaan yang menghampiri kita tiap saat. Kalau tidak mulai sekarang kita beranikan diri tuk buat buku, trus mau kapan lagi?

Blog sebagai sarana utama bagi seorang blogger sudah seharusnya jadi tempat sampah. Toh tiap hari kita buang sampah. Sampah apa saja. Maka blogger harus buang sampah masalah dan keruwetan pikir dan kesumpekan hati pada blognya. Itu baru ‘nyahok’ tak?

Jadi biarlah kegilaanku sebagai seorang blogger ini akan jadi wabah yang mematikan. Mematikan kemalasan maksudku. Kemalasan untuk menulis walau dengan sepenggal hati.

[Artikel untuk GA “Impian Gile Gue sebagai Blogger”-Bang Ahyani.]

Iklan

6 thoughts on “Bikin Satu Buku Tiap Bulan: Gila Nggak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s