Komitmen dan Manifesto 2 Orang Master


Oom NH dan Pakde Abdul Cholik. (Foto koleksi @Miftahur R. #BN2013)
Oom NH dan Pakde Abdul Cholik. (Foto koleksi @Miftahur R. #BN2013)

Sungguh berbahagia saya akhirnya dapat mengenal 2 orang blogger di atas. Mungkin kebahagiaan itu tak mampu saya tuangkan dalam rangkaian kata yang mendayu. Sampai mampu meluruhkan air mata. Demikian juga saya tak sanggup untuk tuliskan dengan nada berapi-api. Hingga laut yang tenang mampu bergelegak, menarikan ombak ke sana ke mari.

2 orang figur yang sebelumnya hanya mampu saya kenal via dumay, FB dan catatan di blognya saja. Mereka adalah Pakdhe Cholik atau cukup dipanggil Pakdhe saja dan Oom NhHer atau biasa saya panggil dengan Oom NH. Kebetulan dengan Pakdhe saya lebih duluan mengenal beliau dengan kopdar mini di Surabaya (baca: Kopdar bersama Gubjen).

Sepintas tak ada yang istimewa bukan?

Sepertinya demikian. Tapi tidak bagi saya. Sosok Pakdhe yang duluan saya kenal, cukup inspiratif. Dengan jabatan militer yang cukup tinggi di masa lalu, seharusnya beliau bisa membangun core bisnis atau minimal karir politik dengan lebih baik, pasca purna baktinya. Ini beda, justeru di masa purna baktinya menjalani hari-hari untuk berbagi pengalaman dan buah pikiran melalui beberapa blog yang produktif.

Ini yang membuat saya cukup ‘ngeh’ mencoba komitmen untuk menulis. Dalam kondisi apapun, baik itu sibuk, apalagi senggang. Ditambah lagi semakin bersemangat untuk menerbitkan buku sebagai manifesto kebebasan berpikir dan bertindak. Dari beliaulah yang mengobarkan manifesto itu. 7 buku yang menjadi hasil karya Pakdhe tentu bukan sesuatu yang mudah untuk dikerjakan. Beliau berhasil melewati fase itu.

Demikian juga dengan Oom NH. Di usia yang langka untuk menjadi blogger, beliau menjadi salah satu ‘blogger lagka’ itu (maaf Oom saya gunakan istilah tanda petik). Berbagi pengalaman dan buah pikir juga. Tak segan melemparkan joke-joke segar lewat tulisan di blog maupun di FB.

Pengalaman di dunia kerja yang banyak berhubungan dengan pengembangan SDM menjadikan batu loncatan untuk berbagi ilmu di masa purna tugasnya dari perusahaan. Pembawaan yang kalem, santun dan sportif sangat ‘njawani’. Sehingga terasa nyaman berbincang dengan beliau.

Kehadiran 2 orang sosok blogger di atas, begitu menarik perhatian. Hadir diantara ribuan blogger yang mayoritas berusia di bawah 40 tahunan tidak membuat beliau jengah. Justeru begitu menikmati. Ditingkahi haha hihe haha hihe dari para blogger yang sempat bercengkerama dengan mereka berdua.

Mulai dari kumpul bareng pra-Kopdar #BN2013 yang digagas oleh Pakdhe di Angkringan Gareng Petruk (depan kantor Harian KR). Sampai dengan rebutan membandingkan kecanggihan kamera digital masing-masing. Untuk yang ini, ampun deh Pakdhe. He…7x

Begitu luar biasa saya ucapkan. Saya yakin, para sahabat pun akan berpikiran sama dengan saya. Master Surabaya dan Master Jakarta bertemu di tengah-tengah, #BN2013 Jogjakarta. Mempertautkan komitmen untuk bersua dengan para penerusnya dan manifesto untuk menyukseskan perhelatan setahun sekali para blogger se-nusantara.

Selamat ya Pakdhe, Oom, kalian berdua cukup menginspirasi saya untuk mulai menata diri di tahun 2014 nanti. Semoga Alloh Ta’ala masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bersua kembali di #BN2014.

[Catatan pertama dari perhelatan #BN2013-Jogjakarta]

Iklan

6 thoughts on “Komitmen dan Manifesto 2 Orang Master

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s