Membelah sunyi


Image

Menapaki pagi.

Bersenandung kabut, menggelayut awan putih lembut tipis di atas kepalaku.

Aku datang lagi tanah basahku.

Setelah jutaan detik kau kutinggalkan di belakang.

Aku datang lagi tanah harapanku.

Meski keping demi keping aku cobah untuk susun.

Mozaik rindu bukit batumu.

Masih seperti 20 tahun yang lalu.

Memandangku dengan manis, meski

di sana sini gubug-gubug itu telah berubah.

—Medio Oktober 2012—

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s